Foto bersama pengurus baru BEM dan DPM Universitas Muhammadiyah Bandung periode 2026-2027 setelah resmi dilantik (Foto: Nurul Hikma, LPM Bewara).
BEWARAPERS.ID, Bandung – Universitas Muhammadiyah Bandung resmi melantik pengurus baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode 2026–2027 pada Selasa (2/6). Pelantikan bertema “Mengukuhkan Amanah, Menyatukan Langkah, Menata Perubahan” ini menjadi awal kepengurusan baru dalam menjalankan amanah organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas.
Sebanyak 69 mahasiswa dilantik, terdiri atas 45 pengurus BEM dan 24 anggota DPM. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU, yang berharap para pengurus mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memperkuat sinergi antar lembaga, serta berkontribusi bagi kemajuan kampus.
Kehadiran DPM menjadi salah satu sorotan karena berperan sebagai lembaga legislatif mahasiswa yang menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Ketua DPM, Sukana Yusrival menjelaskan, berdirinya lembaga eksekutif yang berjalan sendiri tanpa pengawasan dinilai sangat riskan dan menciptakan "cacat" dalam miniatur negara di lingkup kampus.
“Adanya DPM ini untuk menstabilkan, jadi checks and balance agar eksekutif tidak memiliki power yang terlalu over,” ujarnya. Pada awal kepengurusan, DPM akan fokus pada kaderisasi anggota dan penyusunan regulasi yang perlu disesuaikan dengan kondisi kampus saat ini.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung, Muhammad Yunus, memperkenalkan “Kabinet Semesta” sebagai identitas kepengurusan BEM periode 2026–2027. Nama tersebut dipilih untuk menggambarkan pentingnya peran seluruh elemen kampus dalam menciptakan keseimbangan dan kemajuan bersama.
Ia menjelaskan, Kabinet Semesta juga menjadi simbol persatuan seluruh elemen kemahasiswaan tanpa sekat antar lembaga maupun organisasi mahasiswa. Menurutnya, kolaborasi yang kuat diperlukan agar seluruh organisasi mahasiswa dapat bergerak bersama dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kampus maupun masyarakat.
Pada masa awal kepemimpinan, BEM akan memprioritaskan penyelesaian berbagai aspirasi mahasiswa, terutama terkait fasilitas organisasi, pendanaan, dan ruang kesekretariatan.
“Mahasiswa-mahasiswa yang berorganisasi di UMB adalah orang-orang yang ikhlas. Mereka melaksanakan kewajibannya, tetapi belum mendapatkan hak-haknya. Contohnya mulai dari pendanaan dan juga ruang kesekretariatan.” Tambah Yunus. Selain itu, isu transparansi dan pemerataan anggaran organisasi mahasiswa juga menjadi perhatian utama yang akan diperjuangkan melalui audiensi dengan pihak kampus.
Ketua PLT BEM Universitas Muhammadiyah Bandung periode sebelumnya, Satria Adiputra, menilai pelantikan tahun ini menjadi momentum penting untuk melanjutkan pembangunan organisasi mahasiswa yang lebih kuat dan terstruktur. Menurutnya, kepengurusan baru masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, baik oleh BEM maupun DPM.
"Masih banyak PR yang harus diselesaikan oleh BEM dan juga DPM. Yang penting sekarang adalah menentukan skala prioritas dan fokus pada hal-hal yang perlu dibereskan terlebih dahulu,” ujarnya.
Satria berharap BEM dan DPM dapat membangun sinergi yang kuat dalam mengawal aspirasi mahasiswa serta melanjutkan fondasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya, terutama dalam menjaga hubungan baik antarorganisasi mahasiswa dan memperluas jejaring kolaborasi untuk kemajuan kampus.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru BEM dan DPM, kedua lembaga diharapkan mampu bersinergi dalam mengawal aspirasi mahasiswa, memperkuat tata kelola organisasi, serta menciptakan lingkungan kemahasiswaan yang lebih kolaboratif, progresif, dan berkemajuan di Universitas Muhammadiyah Bandung.
“Semoga kehadiran BEM dan DPM dapat membuat mahasiswa lebih terwakili serta semakin progresif dalam menyuarakan aspirasi mahasiswa dan terjaring ketika membuat sebuah gerakan ataupun movement kedepannya.” ujar Ketua Pelaksana, Fakhri Muhammad Alfa Rizki.
Wartawan: Nisa Aghnia Nurul Althof, Nurul Hikma, Salman Ali, Najla Fairuz
Editor: Najla Fairuz
