BEWARAPERS.ID, BANDUNG — Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru (PESONAMU) Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) 2026 resmi dimulai pada Senin (21/9).
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, rangkaian pembukaan tahun ini diawali dengan Sidang Senat dan menghadirkan dua pejabat pemerintah sebagai pemateri, yakni Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman. Rangkaian pembukaan berlangsung di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Bandung, dan diikuti 1.758 mahasiswa baru.
Setelah pembukaan, Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq, memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru. Dalam kegiatan tersebut, Fajar mendorong mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja dengan membangun kompetensi, karakter, keterampilan hidup, kemampuan beradaptasi, dan budaya belajar.
Sementara itu, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, memberikan materi mengenai kewirausahaan. Maman mendorong mahasiswa untuk melihat persoalan di lingkungan sekitar sebagai peluang untuk menciptakan solusi dan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Materi kewirausahaan tersebut sesuai dengan agenda Day 1 yang mengangkat tema “Membangun Jiwa Wirausaha Muda dari Ide, Aksi, Hingga Dampak.” Setelah sesi tersebut, mahasiswa baru mengikuti pemutaran video profil UM Bandung, materi Green Campus, Generasi Hebat, serta pengenalan kepala bagian yang mencakup administrasi akademik, keuangan, kemahasiswaan dan pengembangan karier, serta Sistem Informasi Akademik.
Salah satu mahasiswa baru, Amroeni Hurosana, mengatakan pelaksanaan hari pertama terasa menyenangkan meskipun terdapat rasa tegang dan lelah. Ia menyebut materi dari Maman Abdurrahman sebagai salah satu kegiatan yang paling berkesan.
“Menurut saya, materi terakhir sih yang dari UMKM yang membahas tentang bagaimana kita di universitas sebagai jalan untuk bisa sukses,” ujar Amroeni.
Mahasiswa baru lainnya, Bambang, memberikan penilaian 8 dari 10 terhadap pelaksanaan Day 1. Ia juga menilai materi yang disampaikan Maman memberikan pengetahuan yang berguna untuk kehidupan ke depan.
“Materinya daging banget, kayak masuk. Pokoknya berguna untuk saya ke depannya,” kata Bambang.
Bambang mengingat beberapa poin materi mengenai pentingnya memiliki iman, jiwa yang tangguh, dan prinsip dalam menjalani kehidupan.
Dari sisi pendampingan, Fikri, salah satu mentor PESONAMU 2026, mengatakan mentor berperan sebagai pendamping, fasilitator, dan navigator bagi mahasiswa baru. Ia menyebut jumlah mahasiswa baru yang mencapai lebih dari 800 orang menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan orientasi, terutama dalam komunikasi antara mentor dan peserta.
Sementara itu, salah seorang panitia dari divisi manara atau manajemen acara, Cynthia Putri Sapira, mengatakan pelaksanaan Day 1 secara umum berjalan sesuai dengan rundown yang telah disusun. Namun, beberapa agenda mengalami penyesuaian akibat keterlambatan.
“Rundown yang sudah dibuat oleh kami sebagai tim Manara sebelumnya alhamdulillah sukses. Mungkin ada beberapa saja yang kami atur ulang karena ada keterlambatan,” ujar Cynthia.
Cynthia mengatakan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya akan difokuskan pada peningkatan komunikasi, kerja sama, dan kekompakan antarpanitia. PESONAMU 2026 sendiri mengusung konsep budaya Sunda dengan adat istiadat Sunda serta burung merak sebagai maskot utama.
Wartawan: Tasyari Naya, Muhammad Hikam, Alpin Najib, Gina Fauziah
Penyunting: Aziz Maulana