KKN DUKUH 1, DUKUH — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung)
kelompok KKN Dukuh 1 mengenalkan teknik Octaco (Octagonal Composter) sebagai
metode sederhana untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Pengenalan
tersebut dilakukan melalui seminar dan pelatihan pengelolaan sampah di Kantor
Desa Dukuh pada Senin, (31/8).
Kegiatan
tersebut merupakan salah satu program kerja Tim KKN Dukuh 1 di bawah bimbingan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Irianti Usman, M.A. Seminar dan pelatihan
diikuti oleh ibu-ibu PKK dari RW 1 hingga RW 13 Desa Dukuh.
Pengelolaan
sampah organik menjadi fokus kegiatan karena sampah rumah tangga merupakan
salah satu jenis sampah yang paling dekat dengan aktivitas sehari-hari
masyarakat. Apabila tidak dikelola dengan baik, penumpukan sampah dapat
menimbulkan persoalan bagi kebersihan dan kondisi lingkungan.
Dalam
pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknik Octaco atau Octagonal
Composter. Teknik ini merupakan pengembangan dari metode pengelolaan sampah
asal Jepang, Takakura. Dengan bentuk dan penerapan yang lebih sederhana, Octaco
diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengolah sampah organik secara
mandiri di rumah.
Sebelum
menentukan metode yang digunakan dalam kegiatan, Tim KKN Dukuh 1 terlebih
dahulu berkonsultasi dengan Lutfia, salah satu dosen Program Studi Bioteknologi
Universitas Muhammadiyah Bandung yang turut berperan dalam pengembangan teknik
Takakura menjadi Octaco. Pemilihan metode tersebut mempertimbangkan kemudahan
penggunaan serta kemungkinan penerapannya dalam skala rumah tangga.
Tidak
hanya memberikan pemahaman secara teori, kegiatan ini juga menghadirkan Wawan
Hendrawan sebagai pemateri sekaligus fasilitator. Ia merupakan Fasilitator
Ecovillage Terbaik Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 yang memberikan pemaparan
mengenai pentingnya pengelolaan sampah serta penerapannya di lingkungan
masyarakat.
“Jika
masyarakat melihan dari untung rugi, makan untuk pengelolaan sampah akan
berdampak sangat sia sia. Jika masyarakat melihat dengan dari sosial dan bentuk
ibadah maka pelaksanan nya bukan masalah besar.” Tegas Wawan.
Selama
kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai permasalahan sampah
sekaligus pengenalan dan praktik penerapan teknik Octaco untuk mengolah sampah
organik. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan praktis yang
dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi
Tim KKN Dukuh 1, pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan ketika sampah telah
menumpuk. Upaya tersebut perlu dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga,
melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah.
Melalui
kegiatan ini, Tim KKN Dukuh 1 berharap teknik Octaco dapat menjadi salah satu
alternatif pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan secara
berkelanjutan oleh masyarakat Desa Dukuh. Selain membantu mengurangi sampah
rumah tangga, penerapan metode tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan
kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Program
ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, kader
PKK, dan masyarakat dalam mencari solusi terhadap persoalan lingkungan. Dengan
pengetahuan dan praktik yang telah diberikan, pengelolaan sampah diharapkan
dapat terus dilakukan masyarakat meskipun program KKN telah berakhir.
“Dari
pengelolaan sampah rumah tangga, perubahan lingkungan dapat dimulai”
Penulis: Alpin Najib
Penyunting: Aziz Maulana
