(Foto: LPM Bewara, Pierly Rafelina)
BEWARAPERS.ID, Bandung — Himpunan Mahasiswa Program Studi Farmasi (Himprofar) Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) menggelar kegiatan donor darah di Ruang Klasikal 3, Lantai 1, UMB, Sabtu (10/10). Kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Kegiatan diawali
dengan registrasi peserta, pengisian formulir, kemudian menjalani pemeriksaan
kesehatan sebelum melakukan donor darah dengan pendampingan tim medis dari Unit
Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Garut.
Ketua Pelaksana,
Sri Rahayu, menyampaikan, panitia menargetkan 75 pendonor dan target tersebut
telah terpenuhi saat wawancara dilakukan.
Sri juga
menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan darah masyarakat yang
belum sebanding dengan ketersediaan stok di PMI. Ia berharap kegiatan tersebut
dapat membantu menambah pasokan darah.
“Semoga dengan
diadakannya kegiatan ini stok darah di PMI itu bisa nambah,” ujar Sri.
Sementara itu Ketua
Umum Himprofar, Surya Khairul, menambahkan, kegiatan donor darah merupakan
bentuk pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan Tri Dharma Perguruan
Tinggi. Himprofar juga berkolaborasi dengan BEM UMB untuk memperluas
partisipasi mahasiswa.
“Kegiatan donor
darah ini sebagai bentuk pengabdian kita kepada masyarakat, di mana kita bisa
berkontribusi secara langsung, memberikan bantuan berupa darah yang nantinya
itu akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan,” jelas Surya.
PMI dan PDDI
Dorong Edukasi serta Keberlanjutan Donor Darah
Selain Himprofar
dan BEM, pada kegiatan donor darah ini juga terdapat kontribusi dari
Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Ketua
PDDI Kota Bandung, Tulus Baedi, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini.
Menurutnya, Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah positif untuk
meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap kebutuhan
darah yang hingga kini masih belum sepenuhnya terpenuhi.
“Donor darah harus
jadi budaya donor darah, harus jadi kebutuhan,” tegas Tulus.
Tulus menilai
rendahnya partisipasi masyarakat menjadi salah satu tantangan dalam menjaga
ketersediaan darah. Ia menyebutkan, masih terdapat masyarakat yang merasa takut
terhadap jarum suntik maupun darah, serta belum memahami pentingnya donor
darah. Oleh karena itu, sosialisasi dan edukasi perlu dilakukan secara
berkelanjutan agar donor darah dapat menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.
Ia berharap UMB
dapat menjadi pelopor kegiatan donor darah rutin yang menginspirasi perguruan
tinggi lainnya. Menurutnya, keterlibatan institusi pendidikan dapat memperluas
jangkauan edukasi sekaligus mendorong lebih banyak masyarakat yang memenuhi
persyaratan untuk berpartisipasi sebagai pendonor.
“Insyaallah kami
dari PDDI akan membantu bagaimana baiknya bahwa program donor darah menjadi
kebutuhan menjadi budaya.” tegasnya.
Sementara itu,
staf umum UTD PMI Kabupaten Garut, Sesep Nugraha, menjelaskan, untuk penyaluran
darah yang terkumpul dari kegiatan ini, darah tidak langsung disalurkan kepada
pasien, melainkan harus melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan
kelayakannya sebelum didistribusikan ke rumah sakit.
Sesep menyebutkan,
kebutuhan darah di Kabupaten Garut mencapai sekitar 2.500 kantong per bulan. Tingginya
kebutuhan tersebut, menurutnya, mendorong UTD PMI untuk terus menjangkau
masyarakat dan mengajak lebih banyak orang berpartisipasi dalam kegiatan donor
darah. Sejalan dengan Tulus, ia berharap kegiatan serupa dapat terus
dilaksanakan secara berkala untuk membantu memenuhi kebutuhan darah tersebut.
“Setetes darah
kita, nyawa bagi mereka,” ujarnya.
Dari kalangan
mahasiswa, Shafa Jauza Azzahra, mahasiswa Program Studi Farmasi, mengaku
mengikuti donor darah untuk pertama kalinya karena ingin membantu sesama.
Namun, ia mengalami mual dan pusing sehingga proses donor harus dihentikan
sebelum selesai.
“Menurut aku
penting banget, karena tanpa kita tahu, ternyata banyak juga orang-orang yang
memang perlu darah kita ini,” ungkap Shafa.
Melalui kegiatan
ini, Himprofar UMB berharap kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan darah
semakin meningkat. Selain membantu ketersediaan darah, kegiatan tersebut
diharapkan dapat menumbuhkan budaya berbagi dan aksi kemanusiaan di lingkungan
kampus.
Wartawan: Aziz Maulana, Kartika Nur Pitri, Pierly Rafelina
Penyunting: Aziz Maulana

