BEWARAPERS.ID, Bandung–Festival Management (Fegent) 2026 yang digelar oleh Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Bandung berlangsung di Auditorium K.H. Ahmad Dahlan pada (24/6). Mengusung tema “Multiverse”, acara ini memadukan kompetisi akademik dengan bazar mahasiswa.
Acara diawali dengan penampilan UKM Rumpaka Sahita yang membawakan dua lagu sebelum memasuki rangkaian agenda formal. Kehadiran penampilan tersebut menjadi pembuka kegiatan yang dihadiri mahasiswa, dosen, serta peserta lomba dari berbagai jenjang pendidikan.
Apresiasi tinggi datang langsung dari Ketua Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Bandung, Indra Sasangka, S.E., M.M., yang memuji dedikasi serta kerja keras seluruh panitia. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, daya tarik utama Fegent kali ini terletak pada inovasi kompetisi yang terintegrasi langsung dengan kurikulum perkuliahan melalui konversi nilai.
Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen, Faisal Taufiqurrohman, menuturkan bahwa terdapat peningkatan dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini, terutama pada penyelenggaraan lomba akademik yang melibatkan dosen sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Ada peningkatan yang cukup signifikan. Lomba akademik kami tahun ini bekerja sama dengan dosen sehingga bisa dikonversi menjadi nilai mata kuliah Business Plan dan Bisnis Internasional,” ujar Faisal Taufiqurrohman.
Menariknya, kompetisi business plan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa internal, melainkan juga berhasil menjaring minat peserta tingkat SMA.
Stan Bazar Semarakkan Fegent 2026
Selain kompetisi akademik, kemeriahan Fegent juga terlihat di area luar gedung. Sebanyak 18 tenan bazar makanan berdiri berjejer dan menjadi daya tarik bagi mahasiswa sekaligus wadah praktik bisnis bagi para peserta.
Ali Rahman Fauji, mahasiswa Manajemen angkatan 23 yang ikut berpartisipasi mengisi stan, mengaku kagum dengan konsep acara yang mampu menghidupkan suasana kampus. Sebagai bentuk dukungan, Ali memberikan masukan terkait penataan posisi stan di masa depan agar lebih dekat dengan jalur utama lalu lintas mahasiswa sehingga lebih mudah dijangkau pengunjung.
Kesuksesan acara ini tentu bukan tanpa tantangan. Faisal Taufiqurrohman menjelaskan, panitia sempat bergerak cepat merespons beberapa penyesuaian regulasi internal terkait waktu dan tempat pelaksanaan.
“Jujur, sempat ada kendala kebijakan yang membuat lokasi bazar tergeser dan jadwal kami berubah-ubah,” ungkap Faisal.
Meski menghadapi kendala, Fegent tetap berjalan sesuai rencana dan mendapat respons positif dari peserta maupun pengunjung. Kehadiran berbagai rangkaian kegiatan, termasuk penampilan grup band asal Singapura, menjadi salah satu daya tarik yang melengkapi penyelenggaraan festival tahun ini. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk mempersiapkan Fegent berikutnya secara lebih matang.
Wartawan: Djulfikar Ali, Gina Fauziah, Rakan Nawaal, Tasyari Naya
Editor: Najla Fairuz

