Foto
Bersama acara Seminar Nasional “Navigating
Modern Pharmacy:Between Technology, Regulation, and Professional Reality” pada
Rabu (29/6)
(Foto:
Atsabit (LPM Bewara))
BEWARAPERS.ID, Bandung – Himpunan Mahasiswa
(HIMA) Farmasi Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) menggelar rangkaian Dies
Natalis ke-9 pada Rabu (29/7). Acara yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan
itu mengusung tema "Navigating Modern Pharmacy: Between Technology,
Regulation, and Professional Reality" serta menghadirkan seminar
nasional serta acara puncak Dies Natalis yang dimeriahkan berbagai penampilan
dari anggota HIMA Farmasi.
Seminar Bekali Mahasiswa
Menghadapi Tantangan Profesi Farmasi
Seminar nasional ini menghadirkan
apt. Dila Anggraeni, S.Farm., M.Farm., dosen sekaligus content creator di bidang kesehatan.
Dalam pemaparannya, ia menekankan, perkembangan teknologi membawa perubahan
besar terhadap dunia kefarmasian sehingga mahasiswa dituntut mampu beradaptasi
tanpa meninggalkan etika profesi dan regulasi yang berlaku.
"Saya
berharap seluruh peserta melek teknologi, memiliki keterampilan komunikasi yang
baik, dan selalu mengikuti perkembangan regulasi. Inovasi saja tidak cukup,
tetapi juga harus dibarengi dengan aspek keamanan agar pelayanan tetap optimal," ujarnya.
Ia juga mengingatkan
mahasiswa untuk terus memperbarui pengetahuan, memanfaatkan media sosial
sebagai sarana edukasi kesehatan, serta mengasah kemampuan komunikasi agar mampu
memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
Salah satu peserta
seminar, Aisyah Tasbira, mengaku materi yang disampaikan sangat relevan
dengan kondisi mahasiswa saat ini yang kini semakin akrab dengan teknologi
berbasis kecerdasan buatan/AI (Artificial
Intelligent).
"Kita
memang berdampingan dengan ChatGPT dan AI, tetapi informasinya tidak boleh
diterima mentah-mentah. Tetap harus dibaca ulang dan dipelajari lagi," katanya.
Ia berharap seminar
serupa dapat terus diselenggarakan dengan jangkauan peserta yang lebih luas
sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh mahasiswa dari berbagai perguruan
tinggi. Selain seminar nasional, perayaan Dies Natalis ke-9
HIMA Farmasi juga diisi dengan acara puncak yang menampilkan kreativitas
mahasiswa melalui berbagai penampilan seni.
Acara Puncak Dies
Natalis Meriah dengan Konsep Toy Story
Setelah seminar
nasional, kegiatan dilanjutkan dengan acara puncak Dies Natalis ke-9 HIMA
Farmasi yang mengusung konsep Toy Story. Penanggung jawab kegiatan, Egan,
menjelaskan, tema tersebut dipilih untuk merepresentasikan nilai persahabatan,
kebersamaan, dan semangat saling mendukung di lingkungan HIMA Farmasi.
Menurutnya, penyelenggaraan Dies Natalis tahun ini bukan hanya berfokus pada acara puncak, tetapi juga diawali dengan Kompetisi Mini Farmasi yang berlangsung selama empat hari dan menghadirkan berbagai perlombaan akademik, nonakademik, dan olahraga.
Egan mengungkapkan,
tantangan terbesar panitia adalah padatnya rangkaian kegiatan yang harus
berjalan beriringan dengan jadwal praktikum mahasiswa.
"Tantangan
terbesar kami adalah membagi waktu karena rangkaian acaranya padat, sementara
banyak panitia yang masih memiliki jadwal praktikum. Selain itu, kebutuhan dana
juga lebih besar karena dalam satu periode kami menyelenggarakan beberapa
program besar sekaligus," jelasnya.
Ia juga menyebutkan, Dies
Natalis tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena lebih menyoroti isu
regulasi farmasi yang sedang berkembang melalui seminar nasional yang
dihadirkan.
Acara puncak semakin
semarak dengan penampilan kolaborasi dari berbagai departemen HIMA Farmasi.
Salah satu penampil, Aulia dari Departemen MSDM, mengatakan, setiap
penampilan dibawakan oleh gabungan dua departemen. Meski hanya memiliki waktu
latihan sekitar dua hari, seluruh penampil tetap berusaha memberikan penampilan
terbaik.
"Deg-degan
pasti, tetapi untuk persiapan yang cukup singkat hasilnya sudah memuaskan," ujarnya.
Melalui seminar nasional dan puncak Dies Natalis ke-9 ini, HIMA
Farmasi UMBandung tidak hanya merayakan perjalanan organisasinya, tetapi juga
berupaya memperkuat solidaritas mahasiswa serta mempersiapkan calon tenaga
farmasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa mengesampingkan
profesionalisme dan etika.
Wartawan: Fauzan, Atsabit, Mia, Nahda, Aziz
Penulis: Fauzan
Editor: Aziz